Saturday, March 2, 2013

Shadow


Sejati menjadi pijakan, sejati menimbulkan kebahagiaan.
Sejati menghadirkan senyuman, sejati mengisi hari tanpa lamunan.

Maya, hanya selintas senja yang segera berlalu.
tak tampak bekasnya, tanpa membiru.

Maya, hanya bayang semu.
Selintas kehidupan kosong, bagi mereka yang mendambakan nyata.

- skilef #62, Maya bayang semu -


Puisi diatas tercipta secara gak sengaja. Bukan bermaksud untuk menjadikan hobi bermain kata, hanya selintas kata yang kadang muncul di pikiran ini. haha. Karena saya memang bukan pujangga.

Tentang dia, yang saya tahu dia terlihat lebih bahagia dan penuh senyuman akhir-akhir ini. Saya yang hanya "seorang maya" ternyata hanya menjadikan beban. Alhamdulillah, karena keputusan untuk tidak mengganggunya lagi memberikan hasil yang baik. Satu hal yang saya sadari bahwa dengan "maya", hanya akan membebaninya. Dia memiliki teman yang berharga baginya, teman yang selalu memberikan kenyamanan bagi hatinya, "sejati". Terima kasih bagi "sejati" karena memberikan senyum buat dia, "maya" titipkan dia pada kalian. :)

Saatnya mengistirahatkan raga yang cukup lelah.



Mencari kesibukan baru untuk bisa memanfaatkan waktu. Namun tetap harus selalu bersyukur atas semua yang telah diberikan, Allah. Sisihkan rejeki untuk berbagi, itu yang harus diingat. Ibu mengingatkan saya ketika dalam beberapa waktu ini, saya terlihat agak kurang semangat. Naluri ibu, sangat kuat padahal terpisah jarak yang jauh. I love you, Mom.

Oiya kebetulan sih, saya baru beli buku berjudul "Malaikat Tak Bersayap" terbitan @TerimakasihIBU ingin segera membacanya di waktu kosong. :)

Have a nice weekend, world!

Reactions:

0 comments:

Post a Comment